← все обзоры
1:2 semi_final ID ⚽ 2026-07-15 19:00 UTC опубл. 2026-07-15 21:20 UTC

England — Argentina

Selama 35 menit, Inggris tampak seperti akan melakukan pencurian terbesar di turnamen ini. Lalu lima menit terakhir terjadi — dan skor akhir menceritakan kisah yang sama sekali berbeda dari apa yang telah terbangun sepanjang malam di Mercedes-Benz Stadium di Atlanta. Mari kita jujur. xG Argentina adalah 1,84 berbanding 0,53 milik Inggris. Itu bukanlah pertandingan yang ketat — itu adalah pengepungan dengan satu serangan balik putus asa yang berhasil masuk ke gawang. Skor akhir 2-1 hampir persis seperti yang pantas didapatkan oleh pertandingan ini. Inggris bersiap untuk mencekik, sengaja menyerahkan bola dan mempercayai bentuk pertahanan mereka. Di babak kedua, penguasaan bola mereka anjlok menjadi 28 persen. Itu berhasil sampai tidak berhasil lagi. Gol Anthony Gordon di menit ke-55 — sebuah momen kualitas individu murni — memberi Inggris keunggulan yang sama sekali tidak berhak didukung oleh xG mereka. Satu peluang besar, satu gol. Mungkin kata "ajaib" adalah yang tepat. Tapi mempertahankan keunggulan dengan 36 persen penguasaan bola seperti menahan ombak dengan tangan kosong. Argentina melepaskan 15 tembakan, tiga peluang besar — dan menyia-nyiakan dua di antaranya. Pemborosan itu membuat Inggris tetap hidup jauh lebih lama dari yang seharusnya. Lionel Messi, dengan rating 8,24, adalah poros yang konstan — menemukan celah, meregangkan blok kompak Inggris, menuntut keputusan dari para bek yang sudah di ambang batas. Kelemahan struktural Inggris menjadi fatal setelah Declan Rice keluar pada menit ke-82. Celah antara lini pertahanan dan lini tengah segera melebar. Argentina hanya butuh tiga menit lagi untuk menemukannya: Enzo Fernández menyamakan kedudukan pada menit ke-85, Lautaro Martínez mengunci kemenangan pada menit ke-90. Wajar, tak terhindarkan, tepat. Argentina juga tidak sempurna — tiga kartu kuning sebelum satu jam, dua peluang besar terbuang, babak pertama yang kurang tajam meskipun penguasaan bola mereka layak mendapatkan lebih. Inggris yang lebih tajam bisa saja menghukum itu. Skor mencerminkan pertandingan. Gol Inggris tidak mencerminkan performa Inggris — dan itulah kebenaran pahit yang harus mereka bawa pulang. Apakah pengaturan defensif Inggris adalah taktik berani atau penyerahan diri yang naif? Dan apakah kebiasaan Argentina menyia-nyiakan peluang besar membuat Anda khawatir sebelum final? Di FootLegion, gol-gol negara Anda akan tetap bersama Anda selamanya. Sampaikan pendapat Anda di bawah.