Croatia — Ghana
Philadelphia. Lincoln Financial Field. Skor mengatakan satu hal — angka xG membisikkan hal yang sama sekali berbeda. Ingatlah hal ini.
Kroasia mengalahkan Ghana 2:1 di pertandingan Grup L. Gol dari Petar Sučić pada menit ke-31 dan Nikola Vlašić pada menit ke-83 — dengan balasan dari Derrick Luckassen pada menit ke-73. Semuanya terlihat logis. Tapi hanya terlihat.
Inilah paradoks malam ini: xG Ghana — 0.73, xG Kroasia — 0.46. Tim yang kalah menciptakan ancaman yang lebih nyata. Kroasia tidak memiliki peluang besar sama sekali. Ghana memiliki dua, satu terlewatkan. Papan skor dan statistik di balik layar menunjukkan arah yang berbeda, dan siapa pun yang tidak menyadarinya hanya menginginkan cerita indah.
Kroasia di babak pertama bermain rapi: 54% penguasaan bola, 91% akurasi operan, dan gol Sučić — berkualitas, pantas, rating 8.81 di akhir pertandingan. Namun Kroasia tidak benar-benar mampu membongkar pertahanan Ghana. Delapan tembakan, empat tepat sasaran, tidak ada peluang besar — ini adalah kemenangan tanpa dominasi. Luka Modrić (8.19) masih menemukan ruang di tempat yang tidak ada — keajaiban khas yang dapat dikenali.
Ghana keluar setelah jeda sebagai tim yang berbeda — pergantian ganda menambah kecepatan, dan gol Luckassen pantas didapatkan. Tapi di sinilah Ghana harus bertanya pada diri sendiri pertanyaan sulit: dengan keunggulan xG dan dua peluang besar — bagaimana bisa kalah? 13 pelanggaran berbanding sembilan dari lawan — tim yang tidak bisa mengontrol permainan tanpa kekuatan kasar.
Pada menit ke-76 — VAR untuk insiden dengan Luckassen, hanya tiga menit setelah golnya. Detail pemeriksaan tidak diketahui, tetapi setelah itulah Kroasia mencetak gol kemenangan. Apakah momen ini memutus momentum Ghana di puncaknya? Apakah itu dibenarkan? Wasit Drew Fischer akan mendapatkan pertanyaan-pertanyaan ini — dan itu adil.
Vlašić pada menit ke-83 menyelesaikan — dan bangku cadangan Kroasia bekerja di mana starting eleven tersendat.
Skor menyanjung Kroasia. Ghana setidaknya pantas mendapatkan hasil imbang. Sepak bola acuh tak acuh terhadap keadilan.
Di FootLegion, gol tim nasional Anda tidak akan diambil oleh VAR mana pun — mereka ada di sana selamanya.
Pertanyaan untuk diperdebatkan: apakah Ghana masih memiliki peluang untuk babak playoff — atau apakah pertandingan ini menjadi titik balik? Dan mampukah Kroasia dengan xG 0.46 melaju jauh ketika bertemu lawan yang benar-benar serius?